Penunjukkan itu dilakukan oleh Second Minister for Home Affairs and Second Minister for Foreign Affairs Singapura, Masagos Zulkifli.
Kepada Media, Jackie Chan menyebut bahwa saat ini anak-anak muda banyak yang menganggap bahwa obat-obatan terlarang sebagai pilihan yang baik. Padahal, justru tidak banyak hal yang bisa dilakukan dengan obat-obatan terlarang.
"Satu-satunya pilihan adalah untuk menjauhi narkoba," kata Jackie Chan seperti dimuat
Channel News Asia.
"Pemuda pada saat ini berpikir bahwa obat-obatan adalah hal yang menyenangkan. Tapi hal itu justru merugikan dan bahkan membahayakan keluarga dan memberikan pengaruh buruk ke teman-teman," sambungnya.
Jackie Chan juga menyuarakan dukungannya untuk pelaksanaan hukuman mati dalam sejumlah kasus tertentu.
"Saya setuju hukuman mati untuk kasus-kasus tertentu," ujar Jackie Chan.
"Untuk kasus obat-obatan terlarang, ketika anda menjualnya, anda menyakiti ribuan orang dan anak-anak. Saya bukan hakim, tapi untuk beberapa kasus pantas dihukum berat," tambahnya.
Jackie Chan sendiri diketahui memiliki putra yang juga terjerat dalam kasus narkoba dan dibui selama enam bulan, yakni Jaycee Chan.
Ketika ditanya soal reaksinya saat mengetahui putranya menggunakan narkoba, Jackie Chan mengaku malu dan terkejut.
"Saya bertanya pada diri saya sendiri, bagaimana hal ini bisa terjadi? Di masa lalu saya biarkan ia melakukan apapun yang ia mau. Tapi sekarang saya sadar bahwa ia masih anak-anak," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: