Pasalnya, tidak menutup kemungkinan adanya potensi penularan virus Ebola kepada pasangan melalui hubungan seksual.
Peringatan itu dikeluarkan setelah ditemukannya jejak Ebola dalam air mani korban selamat yang telah pulih dari Ebola sekitar enam bulan sebelumnya.
Belum jelas pakah Ebola masih bisa menular dari hubungan seksual dengan pasien selamat Ebola. Namun sejauh ini belum ada kasus yang membuktikan hal tersebut. Kendati demikian, sejumlah peneliti masih melakukan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.
"Pasien adalah yang pertama kita telah melihat di mana ada jejak virus hadir dalam air mani lebih dari tiga bulan," kata salah seorang peneliti, Dr Broutet seperti dimuat
BBC (Selasa, 14/4).
Berdasarkan temuan itu, WHO mengeluarkan rekomendasi agar korban selamat Ebola lebih berhati-hati saat berhubungan seksual.
"Untuk keamanan dan pencegahan infeksi menular seksual lainnya yang lebih besar, korban Ebola harus mempertimbangkan penggunaan yang benar dan konsisten kondom untuk semua tindakan seksual lebih dari tiga bulan sampai informasi lebih lanjut tersedia," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: