Jepang dan Korut Akhiri Pertemuan Soal Isu Penculikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 30 Oktober 2014, 13:16 WIB
Jepang dan Korut Akhiri Pertemuan Soal Isu Penculikan
ilustrasi bendera korea utara/net
rmol news logo Jepang dan Korea Utara mengakhiri pertemuan tertutup soal kasus penculikan warga negara Jepang selama periode tahun 1970an dan 1980an pada Rabu (29/10).

Kepala delegasi Jepang yang hadir dalam pertemuan itu Junichi Ihara menegaskan isu soal penculikan merupakan prioritas utama pembahasan bilateral itu. Menurutnya, kepala penyidik Korea Utara, So Tae-ha yang juga hadir dalam pertemuan menyampaikan informasi terbaru yang diperoleh dalam investigasi yang dilakukan.

Ihra menyebut, pihaknya mendesak So untuk sesegera mungkin memberikan laporan final investigasi tersebut.

Namun Ihra enggan menjelaskan lebih rinci soal apa saja yang dibahas dalam pertemuan yang digelar kedua negara selama dua hari itu.

Ia hanya menjelaskan bahwa kunjungannya bukan untuk mendapatkan laporan investigasi soal kasus penculikan itu, melainkan untuk memahami situasi yang ada saat ini.

Pertemuan tersebut digelar menyusul keputusan Korea pada Juli lalu untuk membangun komite khusus demi menyelidiki soal penculikan warga Jepang selama periode tersebut. Sebagai timbal baliknya, Jepang akan mengurangi sejumlah sanksi kepada Pyongyang.

Xinhua
mengabarkan, Korea Utara gagal memberikan laporan awal soal investigasi pada September lalu kepada Jepang. Korea Utara kemudian mengundang delegasi Jepang ke Pyongyang untuk menjelaskan lebih lanjut soal isu tersebut. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA