Roket tersebut membawa hampir 2.200 kilogram pasokan bagi enam orang astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Di antara sejumlah barang yang dibawa roket adalah peralatan penerbangan, makanan, buku, serta sumber daya komputer bagi para astronot.
Belum diketahui penyebab pasti meledaknya roket tersebut.
"Kami akan memahami apa yang terjadi, mudah-mudahan segera dan kita akan mengembalikan semuanya ke jalurnya," kata wakil presiden eksekutif Orbital Sciences, Frank Culbertson dikutip
BBC (Rabu, 29/10).
Ia memastikan, dalam kejadian itu tak ada satupun orang terluka. Pihaknya juga telah mengerahkan tim untuk menginvestigasi penyebab kejadian tersebut mulai pagi tadi.
Investigasi yang dilakukan tidak untuk menghasilkan kesimpulan, melainkan untuk fokus menyelidikan mesin AJ-26 yang digunakan untuk mengangkat roket. Mesin itu merupakan buatan Rusia yang telah dimodfikasi dan dikembangkan pada roket Soviet ke bulan, N-1. Mesin tersebut diperbaharaui untuk memenuhi standar modern.
[mel]