Begitu penegasan dari Perdana Menteri Selandia Baru, John Key (Rabu, 29/10). Ia juga memastikan, dirinya akan meimpin diskusi publik soal desain yang potensial bendera Selandia Baru.
ABC News mengabarkan, kabinet Selandia Baru telah memutuskan bahwa pemungutan suara nasional terkait referendum perubahan bendera akan digelar selama dua kali. Pemungutan suara pertama akan digelar pada akhir tahun depan untuk meminta warga Selandia Baru untuk memilih salah satu desain bendera dari sejumlah desain terbaik yang dipilihkan.
Sementara pemungutan suara kedua akan digelar pada pada tahun 2016 untuk memastikan desain pemenang yang akan menjadi bendera nasional teranyar Selandia Baru.
Kabinet sendiri memperkirakan, pemungutan suara terkait referendum itu akan menelan anggaran sekitar 20 juta dolar AS.
Seluruh partai politik juga akan diijinkan untuk mengirimkan satu perwakilannya ke komite yang mengawasi proses pemunguta suara itu.
Key menilai, bendera baru diharapkan akan dapat lebih mewakili identitas nasional Selandia Baru yang modern dan meninggalkan simbol kolonialisme Inggris yang lekat di bendera Selandia Baru saat ini. Bendera Selandia Baru saat ini diketahui pertama kali digunakan pada tahyn 1869 dan resmi diadopsi pada tahun 1902.
"Bendera kita adalah simbol nasional yang sangat penting dari identitas nasional kita dan saya yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi Selandia Baru untuk mempertimbangkan perubahan desain dengan yang lebih baik dalam mencermintkan bangsa yang modern dan merdeka," kata key dalam sebuah pernyataan.
Key sendiri sebelumnya menyebut, dirinya tertarik dengan desain bendera nasional berwarna hitam dengan pakis perak di tengahnya,
"Mempertimbangkan bendera saat ini adalah hasil yang mungkin muncul dari proses ini dan pertimbangan pilihan akan dilakukan dengan hati-hati, dengan hormat," sambung Key.
[mel]
BERITA TERKAIT: