Kepala tim investigasi asal Belanda Fred Westerbeke dalam sebuah wawncara dengan majalah Der Spiegel dikutip
Russia Today (Senin, 27/10) menyebut, pihaknya masih membuka teori bahwa pesawat yang menewaskan hampir 300 orang penumpangnya pada Juli lalu itu ditembak oleh pesawat lain dari udara.
Menyusul teori itu, Menteri Pertahanan Rusia merilis data pengawasan militernya yang menunjukkan bahwa sesaat sebelum MH17 diketahui jatuh, sebuah jet militer Ukraina terdeteksi terbang dengan jarak dekat di jalur MH17. Namun Ukraina sendiri tidak memberikan penjelasan soal mengapa pesawat militer mereka bisa terbang dalam jarak yang cukup dekat dengan pesawat penumpang.
Westerbeke menjelaskan, timnya mempersiapkan permintaan bantuan resmi bagi Rusia. Pasalnya, Rusia tidak menjadi salah satu negara yang terlibat dalam tim internasional yang menginvestigasi kasus tersebut. Timnya akan secara spesifik menayakan soal data radar yang menunjukkan soal jet Ukraina yang terbang dekat MH17 pada saat itu.
"Berjalan dengan data intelijen yang tersedia, pendapat saya, ditembak jatuh oleh rudal permukaan udara merupakan sekenario yang paling mungkin. Tapi kita tidak meutup mata terhadap kemungkinan bahwa hal-hal lain mungkin terjadi secara berbeda," paparnya.
Hingga saat ini, tim investigasi yang dipimpin oleh Belanda belum membuahkan kesimpulan soal apa penyebab pasti jatuhnya MH17. Sebuah laporan awal yang dikeluarkan pada September lalu hanya menunjukkan bahwa pesawat itu jatuh sebagai akibat dari kerusakan struktural dari luar.
[mel]