"Sekarang serangan HAM Amerika Serikat ke Korea Utara telah mencapai fase ekstrim," kata Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis akhir pekan lalu, dikutip
Kawan Korea.
Pernyataan itu dikeluarkan sebagai sikap Korea Utara atas langkah Amerika Serikat yang berupaya menyeret Korea Utara dengan isu HAM ke Majelis Umum PBB.
Padahal, tegas Komisi Pertahanan, masyarakat Korea Utara menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, HAM merupakan inti dari kebijakan dan pelaksanaan politik di Korea Utara yang tidak dapat diganggu-gugat.
"Mungkin presiden Amerika Serikat secara berturut-turut dan politisi tidak memahami ada masyarakat ideal di planet kita, tak peduli betapa bersungguh-sungguhnya kita menjelaskan. Tidak ada selain Amerika Serikat yang tidak mampu melindungi HAM orang kulit hitam meskipun presiden mereka kulit hitam," lanjut pernyataan tersebut.
Hal itu menjadi fakta menyedihkan sekaligus ironi bagi Amerika Serikat yang vokal menggaungkan penegakkan HAM, sementara negaranya masih kerepotan menangani HAM.
"Sekarang, kampanye HAM anti-Korea Utara mengarah ke plot keji untuk menurunkan sistem sosial yang bermartabat di Korea Utara," kata Komisi Pertahanan dalam pernyataan serupa.
"Kampanye HAM Amerika Serikat merupakan versi lain dari tindakan agresi paling jelas terhadap kedaulatan dan hak-hak Korea Utara," lanjut pernyataan tersebut.
Untuk menanggapi sikap Amerika Serikat itu, kata Komisi Pertahanan, Korea Utara memutuskan untuk melucurkan langkah baru, berupa deklarasi rencana operasional pasukan bersenjata revolusioner Korea Utara untuk menyerang seluruh basis pasukan agresor imperialis Amerika Serikat di Pasifik yang menargetkan Korea Utara dan kota-kota utama di Amerika Serikat di mana maniak perang ditempatkan secara sah.
Korea Utara tidak menyangkal bahwa deklarasi itu didasarkan pada kekuatan nuklir yang dibangun. Deklarasi itu diluncurkan karena tindakan Amerika Serikat dinilai telah melebihi batas toleransi.
"Militer dan masyarakat Korea Utara menyerukan kepada dunia untuk benar-benar menghancurkan kerjasama mengancam bagi agresi yang dicari oleh Amerika Serikat dan pengikutnya dengan dalih isu HAM melalui kerjasama anti-Amerika Serikat yang berlandaskan keadilan dan kebenaran," tegas pernyataan tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: