Pasalnya, lebih dari 40 persen pasokan nasional tisu toilet berasal dari Shizuoka, wilayah yang paling beresiko tinggi terkena gempa.
Seorang pejabat kementerian yang bertanggungjawab atas produk kertas Toshiyuki Hashimoto menyebut, bila daerah tersebut terkena gempa, maka akan terjadi krisis kekurangan tisu toilet nasional selama sekitar satu bulan. Hal itu mengacu pada pelajaran yang diambil dalam bencana gempa bumi dan tsunami mematikan yang terjadi tahun 2011 lalu.
Selain itu, dikutip
Associated Press, Kementerian Perdagangan dan Industri Jepang juga mempromosikan tisu toilet khusus untuk penggunaan darurat. Pasalnya, setiap kali terjadi bencana, setiap orang langsung berpikir soal bantuan makanan dan air, namun kerap kali lupa soal tisu toilet.
Perayaan hari pencegahan bencana nasional itu sendiri dirayakan setiap tanggal 1 September, demi memperingati gempa bumi besar yang melanda Tokyo dan menelan lebih dari 140 ribu korban jiwa pada tahun 1923 lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: