Hal itu dilakukan setelah kelompok tersebut dengan para ketua adat setempat menggelar pertemuan.
Dalam pertemuan itu diputuskan bahwa anggota kelompok bernama Lev Tahor harus meninggalkan desa. Pasalnya, para ketua adat menyebut, kelompok Yahudi itu terlalu menjauhkan diri dengan masyarakat setempat. Selain itu, mereka juga dinilai memaksakan agama serta adat istiadat mereka di masyarakat yang mayoritas menganut Katolik.
BBC pada Sabtu (30/8) mengabarkan, kelompok Lev Tahor sendiri telah menetap di desa tersebut sejak enam tahun terakhir untuk mencari kebebasan beragama.
Anggota Lev Tahor yang mempraktekkan bentuk keras Yudaisme itu mengklaim bahwa mereka mendapatkan ancaman bila tidak segera angkat kaki dari desa tersebut, mereka tidak akan mendapatkan pasokan air ataupun listrik.
Setelah angkat kaki dari desa tersebut, kelompok Lev Tahor dapat mendapatkan penampungan di tempat lain di Guatemala.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.