Pria yang disebut memiliki nama panggilan "Jihadi John" dari kelompok militan yang disebut "The Beatles" itu menjadi sorotan setelah muncul dalam video ancaman bagi Amerika Serikat. Dengan pakaian sangat tertutup, ia berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan aksen British yang fasih.
Russia Today pada Senin (25/8) mengabarkan, sosok di balik penjagal itu diduga adalah pria berusia 23 tahun bernama asli Majed Abdel Bary. Baru dikabarkan meninggalkan rumah keluarganya di London Barat tahun lalu dan pernah mempublikasikan foto dirinya memegang kepala manusia yang terputus.
Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond menyebut bahwa kejadian tersebut mengerikan karena pelaku tindakan keji itu berasal dari Inggris.
Ia juga menyebut bahwa kejadian itu bukan hanya menunjukkan ancaman bagi Irak dan Suriah, tapi juga menunjukkan adanya ancaman di dalam negeri.
"Orang-orang berpikir mungkin sebanyak 500 warga Inggris telah pergi ke Suriah dan Irak untuk alasan jihad," katanya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.