"Hanya memintan kebebasan (bagi gereja) untuk menjalankan pekerjaannya. Tidak ada kondisi lain," kata Paus setibanya di Roma usai lawatannya ke Korea Selatan.
Ia juga menceritakan soal bagaimana ia diijinkan terbang melintasi wilayah udara Tiongkok dalam perjalanannya ke Korea Selatan pekan lalu. Paus mengirimkan telegram yang berisi sambutan dan pesan damai kepada pemimpin Tiongkok yang telah memberikan ijin tersebut.
Penerbangan itu merupakan pertama kalinya dilakukan setelah Tiongkok memutuskan hubungan diplomatik dengan Vatikan pada tahun 1951. Dalam sejarahnya, pada tahun 1989, Beijing melarang pesawat yang ditumpangi St Yohanes Paulus II untuk melintasi wilayah udaranya ketika ia tengah menuju Korea Selatan.
Paus menceritakan, ketika melintasi wilayah udara Tiongkok, ia berada di dalam kokpit dan berbicang dengan pilot selama sekitar 10 menit. Ia menyebut bahwa dirinya menjadi saksi bagaimana menara kontrol lalu lintas udara Tiongkok mengijinkan pesawatnya melintas.
Setelah menyaksikan itu, jelasnya, ia kembali ke tempat duduknya untuk berdoa.
"Saya berdoa banyak untuk orang-orang Tiongkok yang indah dan mulia," katanya dikabarkan
Associated Press.
[mel]
BERITA TERKAIT: