Paus menyebut, ia akan mendukung aksi militer yang juga mendapatkan dukungan dari PBB.
Berbicara usai melakukan kunjungan ke Korea Selatan, dikutip
Daily Mail (Selasa, 19/8), Paus menyebut kekuatan militer dapat dibenarkan dalam kasus melawan ekstrimis yang melancarkan aksi anarki dan pembunuhan demi meredam tindakan mereka yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
Paus juga menyebut ia tengah mempertimbangkan untuk melakukan kunjungan luar biasa ke Irak utara demi menunjukkan solidaritasnya dengan orang-orang Kristen yang menjadi korban pembunuhan, pemerkosaan, atau pengusiran ketika wilayahnya didudki oleh ekstrimis Negara Islam, ISIS di Irak.
"Dalam kasus ini, di mana ada agresi yang tidak adil, saya hanya bisa mengatakan bahwa itu adalah sah untuk menghentikan penyerang yang tidak adil," kata Paus ketika menjawan pertanyaan apakah ia mendukung tindakan sepihak yang dilakukan Amerika Serikat dengan melancarkan serangan militer di Irak.
Namun ia menekankan bahwa yang harus dilakukan adalah menghentikan kekerasan di Irak, dan bukan berperang.
[mel]
BERITA TERKAIT: