Kompetisi yang disebut dengan "gadis-gadis tidak mencabut rambut ketiak" itu berhasil menarik perhatian wanita-wanita China untuk mempublikasikan foto dirinya sendiri dengan rambut ketiak yang tidak dicabut atau dicukur. Kompetisi itu digelar untuk mendemonstrasikan kecantikan alami wanita.
Dari sekitar 6.400 responden yang berpartisipasi dalam survei di Sina Weibo itu, lebih dari 70 persen di antaranya mengaku lebih baik mencukur rambut di ketiak karena akan membuat diri terlihat lebih cantik. Sedangkan selebihnya mengaku lebih baik menjaga rambut ketiaknya dengan alasan alami dan kesehatan.
Asia One pada Sabtu (16/8) mengabarkan, banyak orang mendeskripisikan bahwa wanita seharusnya mencukur rambut di kaki dan ketiaknya dengan alasan higienis dan etika. Namun hal itu berlaku sebaliknya bagi pria.
Untuk mendorong kecantikan alami, kompetisi serupa pernah dilakukan di negara lainnya seperti Inggris. Pada tahun 2012, Inggris membuat kompetisi yang disebut "Armpits" di mana wanita ditantang untuk menumbuhkan rambut ketiaknya selama sebulan untuk mengumpulkan uang bagi organisasi amal Verity yang melakukan penelitian dan membantu wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: