Menurut keterangan dari kantor kepresidenan Korea Selatan, Park akan menggelar upacara penyambutan resmi di kantornya siang ini sebelum menggelar pembicaraan dengan Paus dan menyampaikan pidato terpisah.
Tidak ada keterangan lebih lanjut soal isu apa yang akan dibahas dalam pembicaraan itu. Namun dikabarkan media setempat,
Yonhap, Park diperkirakan akan menginggung soal hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara dari perspektif kemanusiaan. Paus diharapkan dapat mengirim persan perdamaian bagi konflik Semenanjung Korea.
"(Keduanya) kemungkinan mendiskusikan isu kemanusiaan dan bukan politik," kata juru bicara kepresidenan Min Kyung-wook.
Selain bertemu dengan Park, kedatangan Paus ke Korea Selatan juga dijadwalkan untuk menghadiri sejumlah acara lainnya seperti festival pemuda Katolik Asia, bertemu dengan korban selamat dan keluarga korban tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol, dan merayakan misa untuk perdamaian dan rekonsiliasi Semenanjung Korea di Myeongdong Cathedral Seoul serta menyampaikan pesan perdamaian untuk Korea.
Kedatangan Paus ke Korea Selatan bisa jadi refleksi atas perhatian Vatikan pada perkembangan Katolik di negara itu.
Korea sendiri memiliki sejarah yang khas dalam hal perkembangan Katolik. Agama itu diperkenalkan di korea bukan oleh oranga sing, melainkan oleh para intelektual pribumi yang mempelajari ajaran-ajarannya. Namun selama hampir seratus tahun antara abad ke-18 dan ke-19, penyebaran Katolik dihambat oleh para penguasa Korea yang khawatir agama itu dapat merusak ideologi bangsa yang berbasis Konfusianisme.
Saat ini, di Korea Selatan sendiri ada lebih dari 5.4 juta umat Katolik atau sekitar 11 persen dari total 49 juta penduduk. Jumlah itu meningkat lebih dari empat kali lipat dari sekitar 1.3 juta orang pada tahun 1980.
[mel]
BERITA TERKAIT: