Kasus itu terjadi bulan lalu dalam empat serangan terpisah yang melibatkan gadis-gadis remaja yang menyembunyikan bom di balik baju tertutupnya. Serangan-serangan itu menyebabkan setidaknya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Kendati belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas kasus itu, namun dugaan yang muncul aksi itu dilakukan oleh kelompok militan Boko Haram.
Dikabarkan
AFP (Rabu, 13/8), serangan itu meningkatkan kekhawatiran dan kecurigaan terhadap wanita yang mengenakan pakaian tertutup beserta hijab. Padahal sebelumnya pakaian tersebut merupakan hal yang umum ditemukan di Kano.
Untuk diketahui, kelompok militan Boko Haram merupakan ekstrimis yang bertujuan mendirikan aturan Islam dengan ketat bahkan menggunakan kekerasan. Sejak melancarkan aksi tahun 2009 lalu, kelompok itu telah membunuh lebih dari 10 ribu orang.
Boko Haram saat ini diduga menggunakan taktik baru untuk melancarkan serangan dengan mempekerjakan wanita muda sebagai pelaku bom bunuh diri.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: