Warga sipil yang terjebak terdiri dari kelompok minoritas seperti Yazidi dan Kristen yang melarikan diri demi menghindari aksi anarki ISIS.
Kerry menyebut, pihaknya selain memimpin upaya internasional untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil itu juga mencari cara untuk dapat mengevakuasi mereka.
"Kami akan membuat penilaian yang sangat cepat dan penting karena kita memahami ini sangat mendesak untuk mencoba untuk memindahkan orang-orang dari pegunungan," kata Kerry ketika berada di ibukota Kepulauan Solomon, Honiara pada Rabu (13/8) dikutip
Asia One.
Setelah melancarkan serangan besar-beraran awal Juli lalu dan merebut kota Mosul, kelompok militan yang bertujuan mendirikan negara Islam di wilayah Irak dan Suriah itu melakukan penyerangan pada kelompok minoritas Kristen, Yazidi, Turkmen dan Shabak. Hal itu menyebabkan terjadinya eksodus besar-besaran yang memaksa para kelompok minoritas terjebak di pegunungan yang dikeliling oleh wilayah pendudukan ISIS.
PBB memperkirakan ada sekitar 20 ribu hingga 30 ribu orang yang masih bertahan di gunung Sinjai. Bila tidak segera dievakuasi, mereka bukan hanya masih dibayang-bayangi ancaman ISIS tapi juga harus berjuang bertahan hidup dengan segala keterbatasan.
[mel]
BERITA TERKAIT: