Dikabarkan
Asia One (Rabu, 13/8), dalam panduan itu, warga China didesak untuk mulai lebih sering berjalan kaki dan naik sepeda untuk membeli barang-barang berkemasan kecil.
Pemerintah China menilai, panduan itu dikeluarkan karena adanya identifikasi bahwa partisipasi masyarakat merupakan elemen kunci untuk memperbaiki beberapa kerusakan lingkungan yang terjadi sejak lebih dari tiga dekade lalu akibat pesatnya pertumbuhan ekonomi di negeri tirai bambu itu.
Panduan yang dipublikasikan di situs kementerian lingkungan China itu berisi delapan standar perilaku yang harus dilakukan warganya seperti menahan diri dari pembakaran sampah, membatasi penggunaan kembang api.
Berdasarkan amandemen Undang-Undang Perlindungan Lingkungan Negara April lalu, China mewajibkan warganya untuk melindungi lingkungannya.
Sebuah studi yang dilakukan oleh pemerintah daerah China April lalu menunjukkan, 31 persen dari asap yang muncul di Beijing berasal dari kendaraan, 22.4 persennya dari pembakaran batu bara, 18.1 persen berasal dari aktivitas industri, sedangkan 14.1 lainnya berasal dari sumber lainnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: