Langkah itu diambil setelah Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf mengajukan permintaan pengobatan ke Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat sendiri menyebut mereka akan berperan untuk menyambung kontak antara pemerintah Liberia dengan perusahaan biofarmasi pembuat obat Zmapp.
Zmapp merupakan obat yang telah digunakan di Amerika Serikat pada dua pekerja bantuan yang terinveksi Ebola di Liberia.
Kabar itu muncul ketika pakar kedokteran spesialis bertemu di Jenewa untuk mengeksplorasi penggunaan pengobatan baru tersebut.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menjadi tuan rumah pertemuan itu menyebut data terbaru bahwa telah ada 1.013 orang yang tewas akibat terkena wabah Ebola di kawasan Afrika Barat.
Namun, obat itu hanya baru diuji pada monyet dan belum dievaluasi keselamatannya pada manusia.
Pemerintah Liberia sendiri mengaku sadar atas resiko penggunaan Zmapp, namun langkah itu perlu diambil demi menghindari lebih banyak lagi korban tewas.
"Alternatif untuk tidak menggunakan pengujian ini adalah kematian, kematian tertentu," kata Menteri Informasi Liberia Lewis Brown kepada
BBC (Senin, 11/8).
[mel]
BERITA TERKAIT: