"Misi Belanda di lokasi kejadian jatuhnya MH17 telah diberhentikan," kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Rabu (7/8).
Namun Rutte menjelaskan, tim pencari dan investigasi yang dipimpin
oleh Belanda akan kembali melakukan pencarian di lokasi itu kendati
belum diketahui kapan.
"Kami bertujuan mengirim balik tim pencari di lokasi kejadian
secepatnya bila kita memiliki kesempatan untuk bekerja lebih lama dalam
kondisi stabil," jelas Rutte.
Ia menjelaskan, keputusan itu terpaksa diambil dengan alasan keamanan, Pasalnya lokasi jatuhnya pesawat MH17 berada dekat dengan wilayah konflik yang diduduki oleh kelompok separatis.
"Setiap orang akan setuju dengan kita bahwa kita seharusnya tidak menempatkan orang kita pada resiko yang tidak diperlukan," sambungnya seperti dikabarkan
CNN.
Menurut Rutte, tim pencari merasa kecewa karena belum mampu menyelesaikan misi mereka, kendati sejumlah pencapaian signifikan berhasil dilakukan, seperti penemuan sejumlah jasad korban serta barang-barang pribadi korban.
Konflik di wilayah itu juga sebelumnya kerap dikaitkan dengan jatuhnya pesawat yang bertolak dari Amsterdam manuju Kuala Lumpur pertengahan bulan lalu. Pesawat yang membawa total 298 orang itu diduga jatuh karena terkena tembakan rudal yang disebut-sebut dilakukan oleh kelompok separatis. Namun hal itu belum dapat dibuktikan sebelum hasil investigasi dan analisa kotak hitam selesai dilakukan.
Dalam tragdei itu, Belanda mengambil peran untuk memimpin investigasi, karena sebagian besar korban tewas merupakan warga negara Belanda.
[mel]
BERITA TERKAIT: