Dalam keterangan resminya (Rabu, 6/8), Kremlin menjelaskan keputusan itu diambil sebagai bentuk respon atas sanksi-sanksi yang diterapkan terutama oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait krisis yang terjadi di Ukraina.
Peraturan itu akan segera diterapkan sembari pemerintah Rusia menyusun daftar barang-barang impor yang akan terkena larangan itu.
Dalam keputusan itu, selain menetapkan larangan, pemerintah juga menekankan kabinet untuk melakukan upaya lebih demi memberikan keseimbangan di pasar produk dan mencegah adanya pelambungan harga.
Menanggapi keputusan itu, dikabarkan
Russia Today, bisnia agrikultural Uni Eropa mengaku khawatir akan ada dampak negatif yang lebih serius.
Finlandia, misalnya, diperkirakan akan kehilangan setidaknya 400 juta euro atas keputusan tersebut.
Amerika Serikat dan Uni Eropa diketahui kerap menetapkan dan memperketat sanksi kepada Rusia menyusul krisis yang terjadi di Ukraiana. Sanksi yang diberlakukan baik kepada individu maupun perusahaan Rusia itu mencakup sanksi ekonomi, finansial, ataupun larangan perjalanan.
[mel]
BERITA TERKAIT: