Menanggapi ancaman itu, Kepala kemanusiaan PBB, John Ging menyebut perlu adanya tindakan segera untuk menghentikan konflik dan mencegah situasi menjadi lebih berbahaya.
Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB seperti dikabarkan
BBC (Rabu, 6/8), Rusia menyalahkan Ukraina karena membiarkan hal itu terjadi. Sedangkan Inggris menuding justru Rusia yang bertanggungjawab atas hal tersebut.
Sementara itu, dalam pertemuan yang sama, Ging menyebut bahwa kebuntuan solusi poltik di Ukraina justru hanya akan menggiring pada jatuhnya lebih banyak korban jiwa.
"Upaya yang berlangsung untuk menemukan solusi politik atas krisis di Ukraina hanya membuahkan hal kecil," kata Ging.
Sejak konflik pecah di timur Ukraina April lalu, diperkirakan ada lebih dari 1.500 orang tewas.
Krisis itu terjadi ketika kelompok separatis bersenjata pro-Rusia mengambil alih sejumlah kota di wilayah timur Ukraina dan berupaya melepaskan diri, seperti yang dilakukan oleh Krimea.
Sejak saat itu pertempuran dan konflik kerap kali pecah antara kelompok separatis dan pasukan pemerintah.
PBB menyebut, jumlah orang yang melarikan diri dari wilayah tersebut sejak koflik berkecamuk telah meningkat menjadi 102,600 orang.
[mel]
BERITA TERKAIT: