Prancis Tak Kesampingkan Potensi Terorisme dalam Jatuhnya Air Algeria

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 26 Juli 2014, 15:59 WIB
Prancis Tak Kesampingkan Potensi Terorisme dalam Jatuhnya Air Algeria
Francois Hollandenet
rmol news logo Kendati penyebab jatuhnya pesawat Air Algeria kemungkinan besar adalah karena faktor cuaca, namun Presiden Prancis Francois Hollande menolak mengesampingkan potensi terorisme.

Hollande menyebut, Prancis akan melakukan upaya penyelidikan demi menemukan penyebab pasti kecelakaan pesawat di Mali, dekat dengan perbatasan Burkina Faso itu karena sebagian besar korbannya merupakan warga negara Prancis.

"Ada sejumlah hipotesa, utamanya terkait dengan kondisi cuaca, namun kami tidak mengesampingka apapun karena kita ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," kata Hollande dikutip Daily Mail (Jumat, 25/7).

"Apa yang kita tahu adalah bahwa puing-puing terkonsentrasi dalam ruang terbatas, tapi terlalu dini untuk menarik kesimpulan," sambungnya.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve sebelumnya menyebut bahwa di zona tersebut terdapat kelompok teroris yang memusuhi kepantingan Barat.

Diketahui pesawat bernomor penerbangan AH5017 itu sempat kehilangan kontak sekitar 50 menit setelah lepas landas dari bandara Ouagadougou di Burkina Faso menuju Aljazair sebelum akhirnya ditemukan sudah menjadi puing-puing di Mali. Seluruh penumpang yang berjumlah 110 orang dan 6 kru tidak ada yang ditemukan selamat. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA