"Saya sangat berharap tragedi ini tidak akan memberikan pengaruh dalam jangka panjang. Rusia memandang Malaysia sebagai mitra tradisional dan teman baik. Kami memahami bahwa orang-orang di Malaysia berduka atas tragedi mengerikan ini," kata duta besar Rusia bagi Malaysia, Liudmila G. Vorobyeva (Jumat, 25/7).
Penegasan itu dikeluarkannya di tengah tudingan Amerika Serikat dan negara-negara Barat yang menyebut bahwa Rusia berada di balik jatuhnya pesawat yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur Kamis (17/7) lalu itu.
Jatuhnya pesawat yang tidak menyisakan korban selamat itu diduga terjadi karena terkena tembakan rudal di wilayah konflik antara kelompok pemberontak yang merupakan separatis pro-Rusia dengan pemerintah Ukraina.
"Ini sangat tidak mungkin pemberontak bisa melakukan ini," jelasnya dalam sebuah wawancara dengan
Xinhua.
"Tidak ada cara para pemberontak dapat mengoperasikan sistem semacam itu. Mereka tidak memiliki kompetensi maupun kualifikasi untuk melakukan itu," sambungnya.
Menanggapi tudingan negara-negara Barat terhadap Rusia, ia menyebut hal itu dapat terjawab dalam fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.
[mel]
BERITA TERKAIT: