"Saya pikir jika ada keraguan itu harus pergi saat ini bahwa Vladimir Putin, tentu secara tidak langsung melalui dukungannya terhadap pemberontak di wilayah timur Ukraina dan pasokan senjata canggih serta kehadiran pasukan khusus Rusia dan agen intelijen memikul tanggung jawab atas apa yang terjadi," kata Clinton pada Jumat (257).
Komentan Clinton muncul sepekan setelah pesawat yang mengangkut 298 orang dalam penerbangan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur pada Kamis (17/7). Dalam tragedi itu tak ada seorang pun korban selamat.
Jatuhnya pesawat itu diduga terjadi karena terkena tembakan rudal. Belum diketahui dengan pasti siapa pelaku penembakan, mengingat lokasi jatuhnya pesawat dekat dengan daerah konflik antara kelompok pemberontak yang merupakan separatis pro-Rusia dengan pemerintah Ukraina.
Namun Amerika Serikat kerap menyuarakan bahwa Rusia bearada di balik tragedi ini. Setidaknya hal itu yang disuarakan oleh Presiden Barack Obama pekan lalu.
"Dia (Putin), memiliki rencana strategis dalam pikirannya, Uni Eurasia, yang akan berkompetisi dengan Eropa," kata Clinton.
"Dia melanjutkan upaya untuk mengintimidasi Eropa, bukan hanya melalui energi tapi juga melalui campur tangan dalam pemilu, menempatkan uang di belakang pembelian outlet-outlet negara-negara Eropa, mencoba mencegah negara-negara seperti Ukraina mampu untuk bergabung dengan Uni Eropa," tudingnya seperti dikabarkan
CNN.
[mel]
BERITA TERKAIT: