Dikabarkan
BBC (Jumat, 25/7), keduanya juga berunding dengan pejabat Ukraina di Kiev untuk mengirimkan sejumlah petugas polisi ke wilayah jatuhnya pesawat demi mengamankan lokasi demi keperluan investigasi.
Diketahui pesawat yang membawa total 298 orang itu jatuh di dekat wilayah konflik yang diduduki oleh kelompok pemberontak, dekat dengan Donetsk.
Jatuhnya pesawat itu sendiri masih menjadi misteri. Kuat dugaan bahwa pesawat jatuh karena terkena tembakan rudal. Belum diketahui dengan pasti siapa pelaku peembakan. Namun Amerika Serikat gencar menyebut bahwa hal itu dilakukan oleh keompok pemberontak dengan bantuan Rusia.
Lokasi jatuhnya pesawat itu sendiri kerap terganggu oleh para pemberontak serta masih adanya sejumlah pertempuran di wilayah timur Ukraina itu sendiri.
Belanda dan Australia sepakat membuat tim gabungan untuk mengamankan lokasi agar proses investigasi berjalan baik dan seluruh korban dan barang bukti penting dapat dievakuasi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: