Perdana Menteri Australia Tony Abbott menegaskan, personil dari Australian Federal Police (AFP) yang beberapa di antaranya akan dipersanjatai akan bergabung dangan 90 kontingen AFP lainnya yang telah berada di London untuk menanti persetujuan dari Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan parlemen Ukraina sebelum bisa masuk ke negara itu.
"Ini adalah misi kemanusiaan, dengan objektif yang jelas dan sederhana. Saya memperkirakan operasi ke Ukraina akan dikerahkan tidak lebih dari beberapa minggu ke depan," kata Abbott dikabarkan
Reuters (Jumat, 25/7).
Diketahui, pesawat berjenis Boeing 777-200 yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur jatuh di dekat wilayah konflik Donetsk Ukraina pada Kamis pekan lalu (17/7). Jatuhnya pesawat yang mengangkut total 298 orang itu diduga karena terkena tembakan rudal. Namun belum jelas siapa pelaku penembakan.
Tidak ada korban selamat akibat kejadian itu. Dari seluruh korban, sebanyak 28 di antaranya merupakan warga negara Australia.
Sejumlah kabar menyebutkan bahwa lokasi jatuhnya pesawat kerap diganggu oleh kelompok pemberontak yang memang menguasai daerah itu.
Hal itu menyebabkan proses pencarian sejumlah jasad korban dan barang bukti lainnya sempat terhamabat.
[mel]
BERITA TERKAIT: