"Kami akan mengirimkan ke lokasi kejadian sejumlah orang dari Belanda yang terdiri dari para ahli, pakar forensik, serta orang dari kepolisian yang tahu bagaimana melakukan pekerjaan ini," kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte kepada
CNN pada Kamis (24/7).
Ia menjelaskan bahwa timnya yang terdiri dari 50 personil akan mulai bekerja hari ini (Jumat, 25/7) hingga hari Minggu (27/7)
Diketahui, MH17 yang jatuh di wilayah konflik dekat Donetsk Ukraina pada Kamis (17/7) pekan lalu itu mengangkut total 298 orang, 193 di antaranya merupakan warga negara Belanda.
Pesawat yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu diduga jatuh karena terkena tembakan rudal. Hingga saat ini pelaku penembakan masih simpang siur, apakah berasal dari militer Ukraina atau kelompok pemberontak. Namun negara-negara Barat kerap menuding ada keterlibatan Rusia dalam kejadian ini.
Rutte sendiri menjelaskan bahwa ia telah melakukan pembicaraan telepon sebanyak enam kali dengan Presiden Rusia Valdimir Putin untuk membahas masalah tersebut. Ia menyebut akan melakukan investigasi dari pada ikut mengklaim dan menyalahkan Rusia.
[mel]
BERITA TERKAIT: