Begitu penegasan dari Perdana Menteri Belanda Mark Rutte seperti dikutip
CNN (Jumat, 25/7).
Diketahui Belanda mengirimkan jasad-jasad korban jatuhnya pesawat naas tersebut dari bandara Kharkiev di Ukraina dengan pesawat militer untuk dilakukan proses identifikasi.
Setelah pengiriman sekitar 40 peti jenazah oleh dua pesawat militer Rabu (23/7) kemarin, gelombang kedua pengiriman dilakukan sehari sesudahnya dengan 74 jasad yang dikirim ke Belanda.
Dari total seluruh korban yang berjumlah 298 orang dalam pesawat berjenis Boeing 777-200 itu, baru sekitar 203 jasad yang ditemukan dari lokasi jatuhnya pesawat.
"Itu tidak berarti menunjukkan banyak kepada kita mengenai jumlah pasti korban yang telah dikumpulkan," kata Rutte.
"Peluang bahwa korban lainnya masih berada di lokasi kejadian masih besar," sambungnya.
Rutte juga menjelaskan bahwa negaranya akan mengirimkan lebih banyak pakar ke Ukraina dengan harapan bahwa lokasi kecelakaan dapat dibuat cukup aman untuk kembali melakukan pencarian korban hari ini (Jumat, 25/7).
Saat ini telah ada sekitar 40 personil polisi militer Belanda yang tidak bersenjata yang dikirimkan ke Ukraina untuk membantu mencari para korban.
Sementara untuk proses identifikasi sendiri dilakukan di barak militer Kaporaal van Oudheusden di Hilversum Belanda dengan melibatkan sekitar 200 ahli internasional. Proses tersebut diperkirakan dapat memakan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan.
[mel]
BERITA TERKAIT: