"Tidak, kami tidak memiliki Buk. Tidak ada Buk di daerah (kami)," katanya kepada
BBC (Kamis, 24/7).
Borodai yang juga merupakan Perdana Menteri yang mendeklarasikan diri sepihak di wilayah Donetsk, Ukraina menyebut bahwa sejumlah bukti yang menyebut pihaknya memiliki rudak Buk adalah palsu. Penegasan itu sekaligus membantah tudingan beberapa waktu lalu terkait adanya sejumlah foto yang menunjukkan peluncur rudal buk di kota terdekat Donetsk, Snezhoe.
Ia juga menolak tuduhan yang menyebut bahwa anak buahnya telah mengabaikan tubuh para korban kecelakaan yang menewaskan 298 orang itu.
Menurutnya, ia dan anak buahnya tidak mengangkut jasad korban dari lokasi kejadian karena pengamat internasional dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa telah memberitahu mereka agar tidak merusak lokasi kejadian.
Diketahui, pesawat Malaysia Airlines yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur Kamis (17/7) lalu jatuh di wilayah timur Ukraina. Dugaan sementara, pesawat jatuh akibat terkena tembakan rudal. Belum diketahui dengan pasti siapa pelaku penembak rudal tersebut.
Namun baik Ukraina, Amerika Serikat, dan negara-negara Barat lainnya menuding bahwa rudal dilepaskan oleh pasukan pemberontak dengan bantuan Rusia.
[mel]
BERITA TERKAIT: