Dewan Keselamatan Belanda yang memimpin penyelidikan kecelakaan di Hampshire telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dari perekam suara kokpit itu. Mereka menyebut ada kerusakan pada CVR, namun modul memori masih utuh.
"Selain itu tidak ada bukti atau indikasi manipulasi CVR yang ditemukan. Setelah pemeriksaan, data CVR berhasil diunduh dan berisi data yang valid dari penerbangan," kata dewan dalam sebuah pernyataan yang dilansir
Daily Mail pada Rabu (23/7).
Dewan juga menjelaskan bahwa data yang telah diunduh harus dianalisa dan diteliti lebih lanjut.
Belanda menjadi negara yang memimpin penyelidikan atas kasus jatuhnya pesawat Malaysia Airlines yang jatuh dalam perjalanannya dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur pada Kamis (17/7) lalu. Hal itu berdasarkan permintaan dari pemerintah ukraina.
Pesawat yang mengangkut total 298 orang itu diduga jatuh terkena tembakan rudal di wilayah konflik.
Kotak hitam pesawat yang mulanya ditemukan oleh kelompok pemberontak di lokasi kejadian diserahkan kepada pihak Malaysia pada awal pekan ini sebelum akhirnya diterbangkan ke Inggris untuk diidentifikasi lebih lanjut.
[mel]
BERITA TERKAIT: