Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

DPR Dan Pemerintah Godok Keringanan Pajak Bisnis Startup

Laporan: | Rabu, 04 April 2018, 21:44 WIB
DPR Dan Pemerintah Godok Keringanan Pajak Bisnis Startup Menghadapi revolusi industri generasi keempat atau lazim disebut 4.0, DPR RI bersama pemerintah melalui RUU Kewirausahaan menggodok aturan agar bisnis start up diberikan keringanan pajak di awal usahanya.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menekankan, aturan bertujuan merangsang lahirnya kreativitas bisnis startup. Dengan langkah tersebut, diharapkan Indonesia mampu unggul dalam Revolusi Industri 4.0.

Hal itu dikemukakan Bambang saat menerima delegasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Raya di ruang kerjanya, Gedung DPR, Jakarta, Selasa kemarin (3/4).

Dia berharap HIPMI dapat mendukung Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0. Peran pengusaha muda diyakini membuat Indonesia tak hanya menjadi follower namun akan menjadi trendsetter.

Menurut Bambang, Revolusi Industri 4.0 merupakan keniscayaan yang tidak bisa dielakkan. Untuk itu, bangsa Indonesia harus siap menghadapinya.

"Jika tidak kita akan tenggelam dalam bayang-bayang bangsa lain," katanya.

"Kita sedang menggodok aturan agar bisnis startup bisa diberikan keringanan tak perlu membayar pajak di awal tiga empat tahun usahanya. Ini untuk merangsang lahirnya berbagai kreatifitas bisnis start up, sehingga kita mampu unggul dalam Revolusi Industri 4.0," lanjut Bambang.

Senior HIPMI itu juga mendorong para anggota HIPMI Jakarta Raya tidak lelah belajar dan senantiasa meningkatkan kemampuan. Dia mengingatkan, persaingan global ke depan akan semakin sulit karena dunia berubah secara cepat.

"Jangan jadikan HIPMI sekadar tempat mencari pekerjaan. Para angggota harus memanfaatkan wadah HIPMI Jakarta Raya sebagai tempat memperluas jaringan," pesan Bambang dalam keterangannya, Rabu (4/4).

Ketua HIPMI Jakarta Raya Afifuddin Kalla mendukung segera disahkannya RUU Kewirausahaan Nasional. Menurutnya, RUU tersebut akan menjadi landasan hukum yang kuat dalam meningkatkan jumlah pengusaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga mampu memerangi kemiskinan.

Afifuddin menerangkan, dalam waktu dekat HIPMI Jakarta Raya akan menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada para anggota. Tema yang diambil pun tak lepas dari Revolusi Industri 4.0.

"Lebih kurang 300 anggota kita yang baru bergerak di bisnis startup dan ekonomi kreatif. Kita ingin menyiapkan para anggota HIPMI menyukseskan Indonesia dalam memasuki Revolusi Industri 4.0 melalui berbagai pendidikan dan pelatihan," paparnya. [ian]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)