Fadli Zon: Lebaran Kurban Respon Ketimpangan Sosial
Laporan: Ruslan Tambak | Jumat, 01 September 2017, 12:15 WIB

. Jutaan umat Islam di Indonesia tengah merayakan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, Jumat (1/9). Pada saat yang sama, dua ratus ribu lebih jemaah Indonesia juga tengah berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan rangkaian ibadah haji.
Sebuah momentum ibadah kolektif, yang tak hanya memiliki dimensi transdental, namun juga sosial. Para jemaah haji termasuk dari Indonesia telah melaksanakan fase-fase ibadah yang memerlukan ketahanan fisik apalagi dalam temperatur yang cukup panas 45-50 C.
Dalam perayaan Idul Adha tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengajak umat Islam Indonesia untuk memaknai Hari Raya Kurban sebagai momentum meningkatkan kohesi dan solidaritas sosial.
"Pertama, saya mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1438 H bagi seluruh umat Islam Indonesia," ujar Fadli.
Ibadah Kurban di Hari Raya Idul Adha ini, lanjut Fadli, sangat relevan untuk meningkatkan kohesi dan solidaritas sosial masyarakat Indonesia. Untuk memperbaiki hubungan antar masyarakat. Sebab di dalam Idul Kurban, terkandung semangat dan nilai berkorban, berbagi, pemerataan dan juga solidaritas.
"Nilai-nilai ini penting untuk memperkuat ikatan sosial dan persatuan nasional," ungkap wakil ketua Partai Gerindra ini.
Fadli juga mengatakan bahwa Idul Kurban mengandung satu bentuk mekanisme kolektif untuk mengatasi problem ketidakadilan sosial.
"Kita bisa lihat, bahwa ketidakadilan sosial, ketimpangan ekonomi, adalah tantangan utama bangsa kita saat ini. Kue ekonomi Indonesia terbukti tak dinikmati oleh rakyat banyak. 10 persen penduduk Indonesia terkaya saat ini menguasai 77 persen pendapatan nasional. Ini tanda bahwa ada problem pemerataan. Distribusi kesejahteraan tak terlaksana dengan baik," imbuhnya.
Idul Kurban, lanjut Fadli, merespon masalah ini. Melalui Idul Kurban, terjadi proses berbagi. Redistribusi. Pemerataan. Dari kelompok masyarakat yang berlebih kepada masyarakat yang masih kekurangan. Ketimpangan sosial diatasi secara langsung melalui semangat pemerataan, yang terkandung dalam Idul kurban.
"Nilai dan semangat seperti ini, menjadi semakin relevan di tengah kebijakan distribusi ekonomi yang tak merata," terangnya.
Fadli juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk mendoakan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci, agar dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur.
"Di hari raya ini, mari kita juga doakan saudara kita yang sedang beribadah haji di Tanah Suci, agar dapat menjadi haji yang mabrur dan selamat kembali ke Tanah Air," demikian Fadli Zon.
[rus]