Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Fadli Zon: 4 Patung, 1 Pesan Persatuan Di Hari Kemerdekaan

Laporan: | Rabu, 16 Agustus 2017, 07:05 WIB
Fadli Zon: 4 Patung, 1 Pesan Persatuan Di Hari Kemerdekaan

Fadli Zon/Dok

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon meresmikan patung 'The Founding Fathers' (Pendiri Republik) karya pematung terkemuka Bambang Win, di Rumah Budaya Fadli Zon, Padang Panjang, Sumatera Barat, kemarin.

Patung 'The Founding Fathers' itu terdiri empat buah patung penuh badan para Bapak Republik, yaitu Tan Malaka, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir. Keempat patung tersebut dibuat dalam pose sedang duduk berbincang.

Fadli Zon menilai istilah Pendiri Bangsa memiliki pengertian yang lebih luas. Sebab kelahiran sebuah negara dibidani oleh para pejuang yang boleh jadi tidak terlibat dalam urusan-urusan teknis saja.

"Keempat tokoh ini menjadi representasi dari pola dan bentuk perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Bahwa tiga dari keempat tokoh tersebut adalah putra Minang, kita semua tentu patut berbangga. Karena tanah minang memang telah melahirkan tokoh-tokoh yang punya andil sangat besar bagi kelahiran dan perjalanan bangsa Indonesia," urainya.

Fadli menjelaskan, patung sengaja dipilih sebagai medium untuk mendekatkan pada para pendiri bangsa, sekaligus narasi sejarah yang melatarbelakanginya.

"Ide pembuatan patung ini berasal dari saya, sementara pengerjaannya dilakukan oleh Saudara Bambang Win," ujar Fadli dalam keterangannya kepada redaksi.

Menurutnya, sebagaimana halnya karya fotografi dan lukisan, patung bisa jadi medium yang efektif untuk menceritakan kembali sejarah. Apalagi pose patung-patung ini dibuat berdasarkan adegan nyata.

"Pose Bung Karno, Hatta dan Sjahrir berasal dari sebuah arsip foto milik IPPHOS, saat ketiganya sedang duduk bersama di kursi rotan panjang, di Jakarta, 1946. Demikian juga pose Tan Malaka," urainya.  

Fadli menerangkan, mengenai keempat tokoh ini tak pernah terekam duduk dalam satu tempat, namun patung-patung ini sengaja dibuat seolah berada dalam tempat yang sama untuk mengirimkan pesan bahwa republik ini dulu dibangun oleh dialog dan kerja sama.

"Meski para pendiri bangsa kita berasal dari berbagai ideologi dan keyakinan, namun dalam gagasan keindonesiaan mereka bisa bersatu dan keluar dari cangkang keyakinannya masing-masing," tegasnya.

Dialog dan kerja sama inilah yang dinilainya sudah langka ditemukan saat ini. Orang lebih suka mengeksploitasi perbedaan sebagai dalih bagi pemisahan, bukan sebagai tantangan bagi usaha persatuan

"Untuk mengirimkan pesan bahwa para anak bangsa harus bisa duduk bersama untuk merawat keindonesiaan, maka pose duduk bersama para pendiri Republik inilah yang dipilih," terangnya.

Fadli kembali menyebutkan alasan patung  'The Founding Fathers' ditempatkan di Sumatera Barat, bukan di Jakarta, juga untuk lebih mendekatkan sejarah karena tiga dari empat pendiri republik ini yaitu Tan Malaka, Hatta dan Sjahrir, berasal dari Sumatera Barat. Tiga tokoh ini bahkan sering disebut sebagai 'sumbangan terbesar orang Minang bagi Indonesia'.

"Di Rumah Budaya, empat patung tokoh republik ini sebenarnya bukan yang pertama. Sebelum empat patung ini, telah ada patung separuh badan Tan Malaka, Soekarno, dan juga Hatta. Ini juga bukan patung penuh badan yang pertama, karena sebelumnya di sini juga telah ada patung penuh badan Mahatma Gandhi," tuturnya.

"Bertambahnya koleksi patung ini tentu akan kian memperkaya koleksi seni yang dimiliki Rumah Budaya."[wid]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)