BKSAP: Peran Indonesia Sebagai Mediator Konflik Teluk Sangat Diharapkan
Laporan: Aldi Gultom | Jumat, 07 Juli 2017, 15:16 WIB
Nurhayati Ali Assegaf/net

Hubungan Indonesia dan Qatar tidak sebatas hubungan diplomatik. Sebagai sesama negara muslim, dua negara memiliki kedekatan emosional.
Karena itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri diharap lebih aktif melakukan mediasi konflik yang sedang memanas di Kawasan Teluk, di mana sejumlah negara mengisolasi Qatar.
Demikian ditekankan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf, yang kemarin menerima Duta Besar Qatar, Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
"Kami minta Kemenlu agar aktif dalam melakukan mediasi konflik di Timur Tengah, misalnya dengan lobi atau mengadakan pertemuan dengan negara terkait untuk duduk satu meja," ungkap Nurhayati yang juga anggota Komisi I DPR.
Lebih lanjut politisi Fraksi Demokrat itu mengatakan, bentuk mediasi yang ditawarkan bisa berupa jalur diplomasi maupun komunikasi politik mengingat Qatar masih tergabung dalam Gulf Country Continent (GCC). Apalagi, sambungnya, Qatar sangat aktif dalam membantu masalah kemanusiaan.
"Kita tidak ada keberpihakan terhadap negara tertentu, tetapi kita mencoba kembali menyatukan apa yang sedang terjadi di negara GCC ini. Banyak yang sudah dilakukan Qatar untuk kemanusiaan, dan itu harus diekspos," jelasnya.
Meskipun hubungan Qatar-Indonesia tidak terpengaruh konflik, namun dirinya berharap GCC segera menemukan solusi agar tidak mempengaruhi investasi negara Arab di Indonesia, seperti saham Indosat yang mayoritas dimiliki Qatar.
"Peran Indonesia untuk mediator sangat diharapkan, seperti yang sering kita lakukan di ASEAN," ujarnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup, kemarin, Dubes Qatar menyampaikan bahwa ia sudah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas konflik Kawasan Teluk. Dubes tidak membenarkan anggapan bahwa Qatar mendukung serta melindungi kelompok-kelompok ekstremis. Meski demikian, Qatar mengakui Iran merupakan negara tetangga yang tidak mungkin dijauhi.
Dubes Qatar juga memberi apresiasi dan sangat menghargai upaya yang dilakukan Indonesia untuk menjadi mediator. Menurutnya, Qatar siap untuk melakukan perundingan dan negosiasi tanpa syarat dan tekanan.
[ald]