Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Komisi V Gali Data Insiden Helikopter Basarnas

Laporan: | Rabu, 05 Juli 2017, 21:52 WIB
Komisi V Gali Data Insiden Helikopter Basarnas

RMOL

Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kantor SAR Semarang, Jawa Tengah pada Selasa kemarin (4/7), guna menggali informasi secara mendalam insiden kecelakaan helikopter milik Basarnas yang mengakibatkan delapan korban tewas.

"Kami ingin mendalami beberapa informasi, seperti kondisi cuaca saat itu dan penghargaan yang diberikan kepada anggota penyelamat yang meninggal itu," ujar Ketua Komisi V Fary Djemi Francis saat kunjungan spesifik.

Dalam kesempatan itu, sejumlah pimpinan dan anggota Komisi V menyampaikan pertanyaan dan masukan. Menurut Fary, helikopter milik Basarnas yang jatuh adalah buatan Perancis yang dibeli pada 2012 lalu dirakit oleh PT. Dirgantara Indonesia.

"Kontrak pembelian langsung dengan PT Dirgantara Indonesia dan menggunakan anggaran APBN 2012-2013 dan dioperasikan 2015. Informasi yang kami terima helikopter itu belum melewati 600 jam terbang," katanya.

Namun, Fary mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan penyebab kecelakaan. Pihaknya meminta dapat menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Menanggapi berbagai pertanyaan dan masukan, Deputi Bidang Potensi Basarnas Marsda Dody Trisunu mengatakan bahwa helikopter jenis Dauphin yang mengalami kecelakaan dalam kondisi siap terbang. Helikopter disiagakan di tol darurat Gringsing selama arus mudik Lebaran 2017.

"Helikopter mendapat perintah untuk mengangkut tim penyelamat untuk membantu proses evakuasi kejadian letusan Kawah Sileri di Dieng," katanya.

Dody menambahkan, helikopter tersebut diperintahkan ke Dieng untuk membantu jika sewaktu-waktu diperlukan evakuasi melalui udara akibat letusan Kawah Sileri. Ke empat anggota Basarnas yang gugur juga dipastikan memiliki kualifikasi untuk melakukan penyelamatan dengan menggunakan helikopter.

Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang Bayu Umbaran memastikan cuaca saat penerbangan Helikopter Dauphin dalam kondisi clear. Hal itu berdasarkan observasi Stasiun Ahmad Yani yang menunjukkan kondisi cuaca berawan dengan kecepatan angin 9 hingga 15 kilometer per jam.

Berdasarkan analisis citra satelit, pada pukul 16.00-17.00 WIB, keadaan cuaca pada ketinggian 1.000 hingga 6.000 meter di Pengunungan Sindoro juga berawan dengan kecepatan angin 9-19 kilometer per jam arah timur laut tenggara.

"Sekitar Sindoro dalam keadaan clear, begitu pula dari Gringsing hingga Gunung Sindoro," ujar Bayu.

Helikopter milik  Basarnas mengalami kecelakaan di Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung pada Minggu lalu (2/7). Pesawat yang sedianya melakukan pantauan udara dan memberikan bantuan pada saat meletusnya Kawah Sileri mengalami hilang kontak pukul 16.17 WIB. Delapan orang menjadi korban kecelakaan yang terdiri dari empat kru helikopter, dan empat anggota tim SAR. [wah]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)