Hadirkan Obama, Kongres Diaspora Dapat Jempol Ketua DPR
Laporan: | Minggu, 02 Juli 2017, 22:19 WIB

Kongres Diaspora Indonesia ke-4 yang digelar Sabtu (1/7) mendapat acungan jempol dari Ketua DPR Setya Novanto. Ketua Umum Golkar ini kagum lantaran kongres itu dihadiri ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang berkiprah di luar dan menghadirkan Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama.
"Di sela-sela liburannya di Indonesia, Obama menyempatkan diri menyampaikan pidato di hadapan ribuan masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Diaspora Indonesia di 55 negara di seluruh dunia. Sungguh sebuah pemandangan yang meriah, mengingat pidato Obama merupakan yang pertama di Asia setelah ia menyelesaikan jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat selama 2 periode," ucap Novanto dalam keterangannya, Minggu (2/7).
Menurutnya, momentum kongres diaspora itu patut diacungi jempol. Terlebih, dalam suasana Idul Fitri ini bangsa Indonesia disuguhkan pandangan dan pemikiran Obama tentang globalisasi, menghargai perbedaan pendapat, dan menumbuhkembangkan peran kaum muda dalam membangun bangsa dan negara di masa yang akan datang.
"Tentu pandangan ini sangatlah berharga. Obama adalah mantan pemimpin negara besar di dunia. Dengan pikiran dan pandangan yang terbuka, beliau memberi dukungan sekaligus pujian terhadap Indonesia dalam mengelola kehidupan sosial yang dilatarbelakangi aneka ragam perbedaan. Obama kagum dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai nilai yang hingga saat ini menjadi kekuatan dalam menopang keutuhan bangsa," katanya.
Novanto pun mendukung niat baik Obama untuk terus membangun komunikasi dengan Indonesia dalam rangka menghadapi kehidupan global. Kata dia, Obama telah menunjukkan bahwa di mana pun ia berada, setinggi apa pun jabatan yang dia pernah raih, tidak pernah mengubah prinsip dan nilai yang ia anut.
"Ke depan, kita perlu dukungan banyak pihak untuk membangun bangsa dan negara. Dukungan yang dapat membuat kita tetap menatap masa depan yang lebih baik. Dukungan yang membuat kita tetap tegak berdiri di atas potensi yang kita miliki. Kita bisa menjadi contoh bagi dunia. Kita bisa mewariskan tentang bagaimana mengelola perbedaan menjadi kekuatan, mengelola keanekaragaman menjadi satu kesatuan," tandasnya.
[ian]