Teror Di Masjid Falatehan Mematahkan Pandangan Polisi Tidak Beragama
Laporan: | Sabtu, 01 Juli 2017, 17:33 WIB

. Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub mengatakan kasus penusukan terhadap dua anggota Brimob yang sedang salat di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri, Jumat malam (30/6), mematahkan pandangan kelompok teroris bahwa polisi itu tidak beragama.
"Polisi itu salat, tapi kok ya ternyata masih saja diserang. Ini kan berarti mematahkan penilaian bahwa polisi itu kafir. Yang menyerang juga makmum di jamaah itu," ujar Musli kepada wartawan, Sabtu (1/7).
Hal itu menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menunjukkan secara gamblang bahwa pelaku teror sesungguhnya keliru dalam pemahaman agamanya.
"Jadi tidak tepat aksi teror itu dikaitkan dengan agama Islam. Tapi pelaku aksi teror itu orang-orang tertentu yang keliru dalam memahami dan menjalankan ibadahnya. Teror itu bukan Islam dan tidak semua umat Islam. Jadi tidak bisa digeneralisir," tegasnya.
Pelaku yang diduga bernama Mulyadi (28) telah melukai Ajun Komisaris Dede Suhatmi, anggota Detasemen 1 Gegana, dan Brigarid Satu M Syaiful Bakhtiar, anggota Detasemen 3 Pelopor.
Saat ini keduanya tengah dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Muslim berharap kedua korban segera sembuh.
"Semoga dua personel Brimob yang diserang segera pulih," harapnya.
[rus]