Seniman Sunda Bangga Dengan Reses Maruarar Yang Melibatkan Kebudayaan
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi | Sabtu, 06 Mei 2017, 06:40 WIB

. Para seniman dan budayawan di tanah Sunda, khusunya di Sumedang yang dikenal sebagai puser atau budaya Sunda, sangat antusias menyambut gembira digelarnya Pesta Rakyat Gelar Seni Budaya di Lapangan Cimanngu, Sumedang, Jawa Barat. Pesta rakyat ini dihadiri oleh sekitar 7 ribu warga yang menyaksikan.
Ketua Paguyuban Sanghyang Kuda Pawana berharap acara ini bisa secara rutin dilaksanakan. Sebab dengan acara ini maka budaya dan seni Sunda yang mulai terkikis kebudayaan modern bisa kembali hidup dan terus lestari.
"Dengan kegiatan ini maka kebudayaan Sunda akan dikenal bukan hanya di Indonesia melainkan juga di dunia," ungkapnya.
Dadan lebih bangga lagi sebab pesta rakyat ini dihadiri oleh anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Bagi dia, jarang ada anggota DPR yang mau turun, menyaksikan dan komitmen membangun budaya Sunda seperti Maruarar Sirait.
"Sosok Maruarar bagi orang Sunda, khusunya bagi kami seniman di Sumedang, punya nilai sendiri. Sangat membanggakan," ungkap Dadan.
Hal senada disampaikan Ketua Reak Pusaka Mandala Jaya, Suhata. Menurut Suhata, acara kesenian ini merupakan cara menghormati para leluhur yang sudah mewariskan budaya Sunda yang penuh dengan nilai-nilai kesantunan, kebersamaan dan gotong royong.
'Saya berharap, kegiatan ini bisa digelar secara rutin. Misalnya dua bulan sekali,"ungkap Suhata.
Sebagaimana Dadan, Suhata pun mengapresiasi kehadiran Maruarar Sirait. Bagi dia, ini merupakan bentuk perhatian Maruarar kepada kesenian Sunda, padahal dia sendiri buan orang Sunda.
"Di tengah banyak orang DPR yang cuek sama kebudayaan, Bang Maruarar hadir di tengah kami, dan ini sangat baik sekali bagi kami.
Kepala Desa Sindang Pakuwon, Muhammad Yusuf juga menyampaikan hal serupa. Selama ini jarang anggota DPR yang reses dengan melibatkan rakyat secara massif dan melibatkan kebudayaan.
"Selama saya jadi Kepala Desa, Pak Ara memang begitu perhatian sama kami," ungkapnya.
Sementara dalam sambutannya, Maruarar mengatakan bahwa di tanah Sumedang ini ia menemukan entitas masyarakat muslim Sunda yang mengamalkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini disampaikan Maruarar saat mengisi reses dalam acara dengan tema besar "Pesta Rakyat dan Gelar Seni Budaya" di Sumedang (Jumat, 5/5).
"Di Sumedang ini saya bertemu dengan banyak sahabat dan saudara muslim yang orang Sunda, yang ramah, toleran, penuh persahaban dan cinta perdamaian," kata Maruarar Sirait.
Maruarar juga bangga dan senang, kesenian dan budaya Sunda tumbuh di Sumedang sehingga dikenal sebagai puser atau pusat budaya Sunda. Bahkan ia menemukan dan berkomunikasi dengan sebuah sanggar yang bertahan selama empat generasi.
"Ini artinya, warga Sumedang benar-benar menjaga dan melestarikan budaya Sunda, yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia. Ini artinya warga Sumedang mengamalkan ajaran Trisakti Bung Karno, yang salah satunya adalah berkepribadian dalam kebudayaan," demikian Maruarar.
[ysa]