HKTI Desak Pemerintah Stop Impor Bawang Merah
Laporan: Widian Vebriyanto | Minggu, 19 Maret 2017, 15:38 WIB

Keberadaan bawang merah impor di pasar tradisional tidak hanya membuat harga bawang lokal jatuh, tapi juga meresahkan para petani bawang merah dan pedagang.
Begitu kata Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Minggu (19/3).
"Pemerintah harus berpihak pada petani dan bawang merah lokal. Segera stop kran impor," tegasnya.
Apalagi saat ini sejumlah daerah sentra bawang merah, sedang panen. Harga bawang merah juga di pasaran masih di bawah batas bawah yang dipatok pemerintah.
"Tidak ada alasan pemerintah untuk impor bawang merah. Sebagian daerah sedang panen dan juga harga dipasaran masih dibawah batas bawah," pungkas Fadli Zon.
Wakil Ketua DPR RI itu mencontohkan kasus di Temanggung yang pada awal 2017 harga bawang merah Rp 20.000 per kg, kini harus terjun bebas ke angka Rp 11.500 per kg setelah banjir bawang merah impor.
HKTI berkesimpulan bahwa bawang impor telah menyebabkan harga bawang lokal anjlok dan membuat para petani rugi.
Untuk itu, HKTI mendesak pemerintah agar menjamin harga bawang merah lokal yang menguntungkan petani dan segera menstop impor bawang. Sehingga petani dapat hidup sejahtera dan dapat terus mengembangkan usaha taninya.
"Petani punya hak untuk hidup sejahtera. Petani punya hak menikmati keuntungan atas hasil usah bertaninya. Jangan korbankan petani lagi," tegas Wakil Ketua Umum DPP Gerindra.
[ian]