Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Polisi Jangan Berlebihan Saat Menangkap Terduga Teroris

Laporan: | Kamis, 29 Desember 2016, 00:58 WIB
Polisi Jangan Berlebihan Saat Menangkap Terduga Teroris

Net

Polisi diimbau tidak berlebihan dalam melakukan penindakan terhadap terduga kasus terorisme. Pasalnya, tindakan penangkapan teroris kerap diakhiri aksi tembak mati.

"Dalam pemberitaan di media massa, kami mengamati adanya tindakan aparat yang berlebihan. Yakni dengan terbunuhnya Siyono," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati di komplek parlemen, Jakarta, Rabu (28/12).

Menurutnya, penilaian itu juga berdasarkan pengamatan atas sejumlah penangkapan terduga teroris yang dilakukan Polri selama bulan Desember 2016.

"Penangkapan di bulan Desember ini, di mana ada terduga teroris yang tertembak mati," ujar Reni.

Penangkapan terduga teroris yang disertai aksi tembak mati justru berpotensi menimbulkan dendam. Sekaligus memelihara kebencian pada kelompok teroris.

Reni menambahkan, tindakan tersebut juga akan berdampak semakin menguatnya benih-benih radikalisme di kalangan teroris dan keluarganya, terutama yang masih berusia muda.

"Karena itu, kami berharap, dalam pemberantasan terorisme oleh negara harus lebih mengedepankan proses peradilan. Ketimbang aksi polisionil dan represif seperti tembak mati," tegasnya. [wah]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)