Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Implementasi Pancasila Tak Lepas Dari Mutu Pendidikan

Laporan: | Jumat, 09 Desember 2016, 18:26 WIB
Implementasi Pancasila Tak Lepas Dari Mutu Pendidikan Membicarakan Pancasila dalam konteks keIndonesiaan rasanya memang tak akan pernah habis. Tercatat semenjak Pancasila diperkenalkan Soekarno pada sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, beragam seminar sampai publikasi ilmiah tidak pernah habis diselenggarakan.

Begitu kiranya pemaparan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Anang Hermansyah dalam diskusi kebangsaan bertajuk 'Etika Pancasila dan UUD 1945 dalam Bingkai NKRI dan Kebhinekaan' pekan lalu.

"Kita harus banyak bersyukur menjadi bagian bangsa Indonesia. Banyak kekayaan yang dimiliki bangsa ini, utamanya warisan budaya yang dimiliki Indonesia," ujarnya.

"Jika modal budaya yang kita miliki sekarang ini bisa ditumbuhkembangkan dengan baik, maka saya yakin akan sangat bermanfaat dalam banyak hal. Kesatuan dan kepercayaan diri kita sebagai bangsa Indonesia akan semakin baik," tambah politisi yang saat ini membidangi pendidikan di Komisi X DPR.

Berbicara tentang implementasi Pancasila menurutnya juga tidak bisa dilepaskan permasalahan kualitas pendidikan dalam negeri yang hingga kini dinilai masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

"Betul memang tingkat partisipasi pendidikan kita meningkat tajam, namun sayangnya mutu pendidikan kita juga belum menunjukkan hal yang sama. Ini artinya mutu pendidikan kita masih belum setara antara satu daerah dengan daerah yang lain," ujarnya lebih lanjut.

Danang menambahkan, terpenting untuk dilakukan sekarang adalah meningkatkan kualitas tenaga pendidik.

"Tanpa pendidik yang berkualitas maka jangan harap mutu pendidikan kita akan semakin baik," pungkasnya.[wid]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)