Dianggap Lecehkan Perempuan, DPR Tuntut Kapolda Metro Minta Maaf
Laporan: | Jumat, 28 Oktober 2016, 10:31 WIB

Kalangan politisi di Senayan meradang atas pernyataan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Pol M. Iriawan yang terkesan melecehkan perempuan.
Hal ini terkait perintah Kapolda Metro kepada jajarannya untuk tidak segan-segan menembak provokator yang memperkeruh suasana di ibukota. Jika ada kapolres tidak tegas, Kapolda pun meminta istri bersangkutan mengganti celana suaminya dengan rok.
Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengkritik pernyataan Kapolri itu sangat menyinggung gender.
"Karena pengguna rok adalah wanita artinya Kapolda menganggap wanita adalah mahluk yang tidak mampu bersikap tegas dan berani dan berarti para polisi wanita (Polwan) yang ada di Jakarta dianggap apa oleh Kapolda Metro Jaya? Apakah mereka adalah sekumpulan pengecut yang berseragam polisi? Atau mereka hanyalah pelengkap agar terlihat ada polisi wanita di Indonesia?" ketus Sufmi dalam siaran pers, Jumat (28/10).
Bukan maksudnya berlebihan, tapi menurut Dasco, pernyataan Kapolda tersebut jelas telah melecehkan kaum perempuan.
"Pelecehan ini bukan hanya kepada Polwan tapi pelecehan terhadap wanita Indonesia. Silakan Kapolda berkoordinasi dengan jajaran di bawahnya dalam melaksanakan tugas, tapi jangan sampai melecehkan wanita," kritiknya.
Atas ucapannya itu, Dasco mendesak Kapolda Iriawan untuk segera meminta maaf secara terbuka.
"Saya minta Kapolda untuk menarik ucapannya dan meminta maaf secara terbuka
statementnya yang sangat melecehkan kaum wanita. Karena ketegasan dan keberanian itu tidak bisa diukur berdasarkan jenis kelamin," tutupnya
.[wid]