DPR Undang Menteri-Menteri Jokowi Bahas Energi Panas Bumi
Laporan: | Senin, 24 Oktober 2016, 11:19 WIB

DPR menggelar diskusi tingkat senior
meeting bersama pemerintah.
Dijadwalkan dalam rapat tersebut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan sekaligus Menteri Ad Interim Badan Usaha Milik Negara Sri Mulyani Indrawati; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan; dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bapak Bambang Brodjonegoro; Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir beserta jajarannya; serta pimpinan SMI, PLN, Pertamina, Geodipa, Ametis Institute, API, MCA, NZTE, para penggiat dan pelaku industri panas bumi.
Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto dalam sambutannya menjelaskan, pertemuan yang bertema "Potensi, Tantangan dan Usulan Solusi Pengembangan Panas Bumi di Indonesia"
"Pertemuan ini untuk membicarakan tentang dalam rangka melaksanakan tugas kita untuk mengabdi dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara Indonesia," ujar Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto dalams sambutannya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/10).
"Kami berharap, kita dapat berdiskusi dan berbagi pemikiran dalam rangka mempromosikan energi panas bumi, sehingga dapat mencapai target pengembangan yang telah dicanangkan bersama," sambungnya.
Menurut dia, saat ini kebutuhan negara akan energi makin meningkat setiap tahun. Tapi Indonesia masih mengandalkan energi dari minyak bumi dan batubara dalam memenuhi kebutuhannya.
"DPR RI melihat sudah saatnya Indonesia dapat memaksimalkan pengembangan potensi energi non fosil untuk mengimbangi kebutuhan energi saat ini," terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan disepakatinya Pails Agreement pada The 21' Conference of the Parties (COP 21) di Paris, yang isinya tentang kesepakatan negara-negara untuk menahan laju kenaikan suhu bumi dengan mengurangi emisi karbon, maka trend energi dunia kini beralih menuju energi masa depan yang rendah karbon yaitu energi terbarukan.
Sumber energi ini dapat berasal dari air, panas bumi, angin, surya, biomass, hingga gelombang.
"Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan regulasi yang tepat dengan disertai inovasi teknologi untuk dapat membuka potensi potensi energi terbarukan yang ada di Indonesia," katanya.
Energi panas bumi adalah salah satu dari energi terbarukan yang potensinya amat besar di Indonesia. Akan tetapi, papar Agus, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia belum maksimal, baru lima persen dioptimalkan dari total potensi yang ada.
Untuk itu, lanjut dia, DPR sangat mendorong semua langkah yang dapat mempercepat pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
"Dalam pemikiran kami, keberhasilan diskusi hari ini sangatlah menentukan untuk arah kebijakan energi panas bumi di masamendatang. Oleh karena itu, selamat berdiskusi dan semoga kits mendapat hasil yang dapat bermanfaat bagi Bangsa dan Negara," tukasnya.
Pantauan
Kantor Berita Politik RMOL di lokasi pertemuan, telah hadir dalam pertemuan tersebut Ignasius Jonan dan wakilnya Arcandra Tahar, Bambang Brojonegoro, Siti Nurbaya dan beberapa undangan lainnya.
[wid]