Kurangi Impor, DPR akan Dorong Pemerintah Beri Insentif Peternak Sapi
Laporan: | Senin, 15 Agustus 2011, 17:47 WIB
RMOL. Komisi IV DPR yang membidangi masalah pertanian menilai produktivitas peternak, dalam hal ini ternak sapi, mengalami stagnasi. Sehingga, kebutuhan ternak dan produksi yang dihasilkan tidak mencukupi.
"Data dari BPS menunjukkan produktivitas peternakan kita, terutama sapi, relatif konstan. Ini yang menimbulkan kita harus impor," kata anggota komisi IV, Syaifullah Tamliha, saat dihubung
i Rakyat Merdeka Online (Senin, 15/8).
Untuk meningkatkan perkembangbiakan dan hasil produksi susu, Komisi IV berencana mendorong pemerintah untuk memberikan insentif secara intensif kepada petani yang berhasil meningkatkan hasil produksi peternakan sekitar 500-1 juta per ekor perkelahiran.
Menurut Syaifullah pula, jika pemerintah terpaksa impor ternak pun harus lebih banyak mendatangkan bakalan ternak sapi betina ketimbang jantan. Meski begitu, ia berharap ke depan pemerintah mengurangi impor ternak. Karena, jika impor ternak berkurang berarti semakin menguntungkan peternak dalam negeri.
Selain itu, diperlukan juga peraturan dan pengawasan yang tegas pada Rumah Potong Hewan (RPH) agar tidak menyembelih ternak sapi produktif betina.
"Perlu pengawasan RPH yang menyembelih sapi produktif betina. Jika melanggar cabut saja ijinnya," pungkas politisi PPP ini.
[wid]