Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

DPR Dorong Konsul di Kyrgyzstan Dibentuk

Laporan: Dede Zaki Mubarok | Kamis, 14 Juli 2011, 11:11 WIB
DPR Dorong Konsul di Kyrgyzstan Dibentuk

bendera Kyrgyzstan/ist

RMOL. DPR mendorong pemerintah segera membentuk Konsul di Kyrgyzstan. Melalui pembentukan Konsul, diharapkan semakin mempererat hubungan kedua negara di berbagai bidang.

Pendapat tersebut disampaikan oleh Ketua DPR Marzuki Alie saat menerima Ketua Parlemen Kyrgyzstan HE Akhmatbek Keldibekov, di Gedung Nusantara II, kemarin (Rabu, 13/7).

Menurut Marzuki, saat ini pelayanan kedutaan untuk negara Kyrgyzstan dilayani oleh kedutaan Indonesia di Uzbekistan. Sementara kedutaan Kyrgyzstan juga belum membuka perwakilan negaranya di Indonesia, masih dilayani kedutaan mereka di Malaysia.

Pada kesempatan itu, Ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua Parlemen Kyrgyzstan bertukar pikiran tentang kedua negara. Ketua Parlemen Kyrgyzstan HE Akhmatbek Keldibekov menanyakan mengapa dengan beragam suku bangsa, bahasa, Indonesia tetap kokoh dan menjunjung persatuan kesatuan. Marzuki menjawab Indonesia memiliki falsafah Bhineka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi satu jua yang merupakan keyakinan yang tidak berubah sehingga meskipun berbeda dipisahkan adat istiadat tetap bersatu dalam bingkai NKRI.   

"Ini merupakan satu keyakinan kita yang tidak boleh dirubah lagi, sehingga meskipun ribuan etnis dan bahasa dipisahkan ribuan pulau dengan perbedaan itu kita menjadi negara yang kokoh, sejak dahulu rakyat Indonesia penduduknya beragama muslim hampir 90 persen muslim, namun dengan empat pilar tadi kita saling menghargai satu sama lain," papar Marzuki.  

Sementara Ketua BKSAP Hidayat Nurwahid mengatakan, DPR mengundang secara resmi rombongan  HE Akhmatbek Keldibekov untuk menghadiri kongres parlemen Asia yang membahas persoalan pekerja migran. "Pada tahun lalu Indonesia menjadi presiden parlemen Asia. Selain itu pada tanggal 28-29 September akan diadakan sidang di Solo. Kami tahu Kyrgyzstan merupakan bagian dari Asia ini merupakan undangan secara resmi, agar hadir dalam acara tersebut," jelasnya.

Wakil Ketua BKSAP Nurhayati Assegaf mengharapkan Parlemen Kyrgyzstan mengirim delegasi parlemen perempuannya pada sidang IPU, maupun sidang lainnya. "Kita berharap Ketua Parlemen Kyrgyzstan menyertakan delegasi perempuan, karena Parlemen Indonesia akan mengadakan conference parlemen perempuan sedunia," paparnya.

Muhammad Nazib (F-PAN) mengatakan, masyarakat Indonesia kurang familiar dengan Kyrgyzstan. Bahkan kesulitan membedakan negara tersebut dengan negara seperti Uzbekistan, Afghanistan. "Kita mengharapkan dengan kunjungan ini kita menjadi semakin familiar dengan Kyrgyzstan," paparnya. [wid]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)