Kunjungan Parlemen Kyrgyzstan Dorong Kerjasama Ekonomi
Laporan: Dede Zaki Mubarok | Rabu, 13 Juli 2011, 23:57 WIB
RMOL. Anggota DPR dari Partai Golkar, Nurdiman Munir mengharapkan, kunjungan parlemen Kyrgyzstan dapat membuka peluang kerjasama di berbagai sektor khususnya ekonomi.
"Ini negara baru. Kita mengharapkan terjalin kerjasama atau investasi perdagangan antar kedua negara," jelasnya seusai jamuan makan malam dengan delegasi Kyrgyzstan, di Jakarta (Rabu, 13/7).
Menurutnya, sampai saat ini belum ada kerjasama diplomatik maupun perdagangan antar kedua negara, namun sejauh ini sudah terbangun kerjasama perdagangan antar kedua warga negara secara informal. "Dari dahulu sudah terbangun kerjasama perdagangan dengan negara Kyrgyzstan," paparnya.
Ditambahkan Nurdiman, perdagangan Indonesia mengalami surplus dengan negara Kyrgyzstan, khususnya pada ekspor furniture, makanan dan tekstil. "Khusus produk tersebut, mereka banyak mengambil dari Indonesia bahkan untuk statistik angka lebih baik dibandingkan dengan negara Cina, tetangga Kyrgyzstan," papar pimpinan BK sekaligus anggota BKSAP ini.
Kyrgyzstan sudah mengunjungi Indonesia sebanyak 3 kali. Namun, kata Nurdiman, belum satupun rombongan Parlemen Indonesia mengunjungi negara tersebut.
"Mereka sudah 3 kali mengunjungi Indonesia namun, ketika parlemen Indonesia berkunjung keluar negeri banyak yang ribut," jelasnya.
Menurutnya, tujuan parlemen berkunjung ke luar negeri yaitu berusaha mendukung pemerintah dalam menarik investasi luar negeri. "Kita ingin mencoba menarik investasi dari luar negeri bahkan apabila menghabiskan uang Rp 2 miliar untuk perjalanan dinas kita dapat menarik lebih dari itu," paparnya.
[dem]