Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

LSM Bayaran Mau Robohkan Parlemen

Laporan: Zulhidayat Siregar | Kamis, 12 Mei 2011, 11:07 WIB
LSM Bayaran Mau Robohkan Parlemen

nudirman munir/ist

RMOL. Anggota DPR gerah dengan serangan yang bertubi-tubi yang dialamatkan kepada parlemen. Serangan itu semisal lewat kritik pembangunan gedung baru DPR, kunjungan kerja ke luar negeri hingga penggunaan pulsa.

Anggota komisi III DPR Nudirman Munir menuding serangan itu sengaja dilancarkan oleh beberapa LSM bayaran yang tujuan akhirnya adalah melakukan pembusukan DPR hingga membuat negara hancur.

"Kata Prof Kartman dari Ohio University, untuk menghancurkan sebuah negara, maka parlemen yang lebih dahulu dihancurkan. Kalau parlemen hancur, demokrasi lumpuh dan akhirnya negara hancur," kata Nudirman di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pagi ini (Kamis, 12/5).

Menurut Nudirman, serangan itu mulai dilancarkan sejak beberapa komisi di DPR menggulirkan hak angket pajak. Hak angket ini untuk mengantisipasi kebobolan dana pajak yang mencapai sekitar Rp 1.000 triliun.

Makanya, selain dari beberapa LSM 'bayaran', negara lain juga dituding turut bermain untuk menghancurkan parlemen. Namun, Nudirman enggan tunjuk hidung.

"Kalau ini (pembusukan) berlangsung terus dan dibiarkan, kita akan kembali zaman Orba dan Orla. Tidak ada lagi yang menghargai DPR dan DPR akhirnya akan bungkam. Tugas DPR ini melakukan pengawasan, dan inilah yang mereka khawatirkan," ujarnya.

Salah satu contoh, dia menguraikan, Menteri Keuangan Agus Martawardojo sudah dianggap  tidak menghargai DPR. Agus dalam beberapa undangan DPR, pernah tidak menghadiri, misalnya dalam Panja Pajak dan pembahasan RUU OJK.

Padahal, katanya, untuk pembangunan gedung baru DPR, memang sangat dibutuhkan. Karena memang ruangan sangat terbatas. Dia mencontohkan, dalam sepekan, dia menerima berkas bisa mencapai bermeter-meter tingginya kalau ditumpuk.

"Mau tarok di mana itu?" katanya. [wid]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)