Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Jangan Selalu Opinikan Negatif Kunjungan Kerja

Laporan: Dede Zaki Mubarok | Kamis, 24 Maret 2011, 22:09 WIB
Jangan Selalu Opinikan Negatif Kunjungan Kerja

pri budi santoso/ist

RMOL. Media massa jangan selalu mengopinikan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke luar negeri selalu dengan konotasi negatif. Karena, seluruh kunjungan kerja memiliki program dan sasaran yang jelas, bahkan sebelum berkunjung, mereka harus mempersiapkan Term of Reference (TOR) Perihal kunjungan mereka.
    
"Jangan diopinikan seperti itu. Kalau foya-foya saya setuju didamprat saja, begitu juga kalau mereka belanja atau senang-senang harus dikritik keras," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Kamis, (24/3).

Dia menambahkan, dirinya pernah membatalkan kunjungan kerja beberapa Komisi I, II maupun III dikarenakan kondisi dalam negeri yang sedang ditimpa bencana. Namun kalau memang ada pelarangan kunjungan kerja ke luar negeri, dirinya mempersilahkan saja, tetapi harus adil.

Selain itu, semua instansi juga harus diawasi pelaksanaan kunjungan kerja. "Pemerintah juga dilarang melakukan foya-foya dalam kunjungan kerja. Itu baru fair," jelasnya.
     
Priyo juga mengatakan, DPR tidak melakukan studi banding, tetapi kunjungan kerja. Pasalnya, jelas Priyo, istilah studi banding dilakukan staf dewan, bukan anggota Dewan. [arp]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)