Pelantun Royals itu menÂjelaskan momen tersebut terÂjadi saat dia memulai kariernya saat berusia 14 tahun. Saat dirinya berusia 12 tahun, pemiÂlik nama lahir Ella Marija Lani Yelich-O'Connor itu pernah membentuk sebuah band berÂnama Extreme di sekolahnya.
"Kami merupakan versi ekÂstrem dari anak usia 12 tahun. Banyak terdapat gerakan-geraÂkan yang buruk. Orang-orang bertepuk tangan," ungkap Lorde, mengenang.
"Saya ingat saya berpikir bahwa saya tidak keren saat itu. Itu bukan tahun yang keren bagi saya. Jika kamu suka terÂtawa, maka itu cukup lucu," lanjutnya, bercerita.
Mengingat soal perjalanan karier, namanya melambung berkat
single Royals. Dan kini kariernya semakin monÂcer. Untuk mengingat momen itu, begini perasaan sahabat Taylor Swift itu, "Rasanya memalukan ketika mendengar lagu yang aku buat. Tidak ada momen yang tepat buat beralih ke musikmu sendiri di situasi sosial tertentu."
Penyanyi asal Selandia Baru ini bahkan mengaku bahwa ia merasa aneh mendengar lagu-lagunya banyak diputar karena ia masih merasa bahwa apa yang ia buat itu kurang sempurna, bahkan cenderung buruk meski ia tetap merasa bangga terhadap apa yang telah ia raih sampai saat ini.
"Aku itu sangat mencela diri sendiri. Aku memang menyuÂkai itu (lagu buatannya), tapi butuh beberapa waktu untuk merasakan itu," katanya.
"Sudah beberapa tahun berÂlalu setelah aku menghasilkan sesuatu, bahkan paling tidak sudah beberapa tahun aku keluÂar dari radar. Bagiku ini seperti memproses apa yang akan aku katakan selanjutnya dan aku tahu ini tidak boleh terdengar kuno. Ini harus menjadi sesuatu yang spesial dan luar biasa dan ini tidak boleh sama dengan lagu sebelumnya. Ada banyak penemuan yang berlangsung," tandasnya. ***