"Sebagai orang KolomÂbia dan
Miss Universe, saya hendak menunjukkan dukunÂgan atas sentimen komuniÂtas Amerika Latin," tandas Vega.
Sebagai informasi, dalam pengumuman pencalonan dirinya untuk menjadi PresiÂden Amerika baru-baru ini, Trump mengatakan, sebagian imigran Meksiko ke Amerika membawa-serta narkoba dan kejahatan dan sebagian adalah pemerkosa.
Nah Minggu lalu lewat akun Instagram-nya, Vega merasa tersinggung dengan ucapan Trump.
"Saya merasa komentar tuan Trump tidak adil dan menyakitkan.
The Miss Universe OrÂganization bekerja secara independen dari para pemiliknya. Sejak 64 tahun terakhir, mereka telah membentuk kerja sama dengan badan amal hebat dan telah membantu ratusan komunitas. Warisan mereka dalam menyatukan negara-negara dari seluruh dunia telah menginspirasi banÂyak orang. Jika organisasi
Miss Universe merasakan sentimen anti-Latin atau perlakuan rasis lainnya, saya tidak akan berada di posisi ini hari ini," ungkap Vega.
Kendati demikian, Vega menyatakan bahwa dia tidak akan melepas mahÂkotanya karena organisasi
Miss Universe ini menÂjalankan berbagai kegiatan sosial di seluruh dunia.
"Saya sangat percaya bahwa membagi dan mengÂkategorikan manusia hanya menahan semuanya. MenÂgakui dan merangkul perÂbedaan yang ada di manuÂsia adalah langkah pertama dalam pengembangan yang nyata dan substansial. Kita harus berusaha bersama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umum," ungkapnya.
Menanggapi pertanyaan Vega, Trump malah menyatakan
Miss Universe 2014 itu seorang munafik. "
Miss Universe, Paulina Vega mengkriÂtik saya karena menyampaikan kejujuran tentang imigrasi ilegal, namun dia mengatakan tetap akan menyimpan mahkotanya. Munafik," cetus Trump di Twitter.
Sebagai bentuk solidaritas terkait hal ini, beÂberapa negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Panama, akhirnya memutuskan untuk meÂnarik diri dari ajang Miss Universe. ***